Inilah titik ketidakberdayaan itu

Sabtu, 05 September 2015

Ini... ini ttg orang, orang yang dulu aku percayai... orang yang tak,pernah kulupakan sedikitpun..
Dia... dia itu laksana batu yg keras.. tak terkalahkan dan tak mau dikalahkan..
Dia laksana api... yg menggebu ketika semua serangan menamparnya...
Dia ya itu dia... orang yang tak pernah sedikitpun menerima apa yg telah org putuskan.,,
Dia orang yang bisa melakukan segala cara demi apa yg ia pertahannkan...
Dia.. dia yang mulai berpikir subjektif dengan apa yg dia lihat,,,
Ya ini masih tentang dia... dia yang pengecut, yang tak berusaha, dia... orang yang tak bisa apa-apa... tak berpikir apapun.. dia hanya pergi dari keadaan dan lebih baik diam tak menjelaskan apa-apa...
Dia yang memilih untuk menjauh dari apa yg dia yakini... dia.., iya dia yang menerima apapun yng orang lakukan..
Iya dia itu aku...
Aku yg tak berdaya atas apapun yg terjadi hari ini, kemarin dan masa yang akan datang...
Aku yang hanya tertunduk patuh...
Tertunduk patuh pada mereka... mereka yg mempunyai kekuasaan,,,
Aku yang hanya bisa merenungi.. merenungi hal yang tak bisa aku jelaskan..,

RINDU INI TAK BIASA

Rabu, 01 Juli 2015


Rindu….
       Ya allah… apa yang telah engkau ciptakan akan kembali padaMu lagi….
       Ya allah… Rindu ini… rindu ini… rindu yang tak tau apa dia merasakannya atau tidak…
       Ya allah… Rindu ini… rindu yang tak Lazim..
Rindu yang tak biasa… rindu yang tak pernah ku alami sebelumnya… Ya allah aku rindu pada sesosok yang telah Engkau ambil kembali… aku rindu pada sesosok yang telah berada di tempat yang jauh disana (Surga.. Amin)…
Ya allah aku rindu pada sesosok yang selalu membuat orang tersenyum.. tidak.. tidak semerta-merta orang tuanya yang selalu tersenyum melihatnya… semua orang.. saya.. kakek-neneknya. Kakaknya.. semua.. semua orang.

Ya allah… rindu ini, rindu ini tak bisa ku pendam lagi… rindu ini terlalu menyiksa…
Ya allah… bagaimana mengobati rasa rindu ini…
Rasa rindu yang tak bisa ku kendalikan dengan bertemu.. karena bertemu sudah ga mungkin.. karena dia terlalu jauh..
Rasa rindu yang tak bisa aku sampaikan lewat telpon… karena telpon genggamku tidak ada apa-apa untuk menjangkaunya…
Ingin rasanya jiwa ini memeluknya….
Ingin rasanya bibir ini mengecup pipinya…
Ingin rasanya mata ini memandang senyumnya yang manis itu…
Dia… terlalu indah untuk dikenang..

Rasa Rindu ini… hanya bisa aku sampaikan lewat doa kepadaMu ya Rob..
 I MISS U KHOERUL MUSADAD <3
I LOVE U KESAYANGAN

Aku Calon Dokter Gigi Bukan Penculik ko #Amin

Selasa, 11 Februari 2014

Aslm temen-teman... aku come back,,,, setelah beberapa bulan yang lalu hilang tertelan kemalasan...Kali ini aku cerita bukan lagi anak preklinik yang hanya kerja dengan phantoom2ku lagi.. sekarang aku sudah masuk periode klinik sudah mulai kerja layaknya seorang dokter gigi, bekerja berhubungan langsung dengan orang... yaaa manusiaaa... ya keluarga temen-temen dan diaaa yang terbujuk dengan rayuan manis gombalku..

Pertama-tama, puji dan syukur saya panjatkan kepada allah swt. karena berkat allah saya bisa tetep memperjuangkan cita-cita saya untuk menjadi dokter gigi... masih bisa berdiri diantara orang2 hebat yang selalu mengajariku mengenai hidupp dan kerasnya dunia kedokteran gigi... masih bisa berbicara di depan hanya untuk sekedar memberi penyuluhan kepada anak-anak bangsa yang haus akan ilmu dan pengetahuan tentang kedokteran gigi.. masih bisa tertawa diantara wajah-wajah orang-orang yang menyemangati.... masih bisa meraih dan mengambil ilmu-ilmu yang akan membawaku ke singgah cita itu..

Kedua aku haturkan banyak terimakasih dulu ke kuma kupa.. berkat dukungannya,, biayanya, pikirannya serta tenaganya.. aku masih bisa berjuang disini,,, ditempat ini... diposisi yang seperti ini... terimakasih karena kalian masih mempercayaiku untuk bisa meraih citaku... sabarlah maaa..paaa... aku bisa meraih apa yang sedang aku impikan. meskipun harus berkerja lebih keras untuk meraihnya... sabarrr maa paaa...jgn pernah lihat orang lain... karena aku dan mereka itu beda..

yupssss.. balik lagi.... sekarang aku udah masuk klinik kan.. mppphhh lebih sering dikenal dengan sebutan koas (co-ass) co itu yang membantu, asisten itu yang membantu... jadi sebenernya koas itu pembantu dari pembantu *bahasanya ga ada yang lebih keren apa hahahaha,,,

tapi kerennya koas itu sering disebut sebagai dokter gigi muda #Aminnnn.... 

Sebenernya aku baru beberapa bulan masuk ke periode klinik... yaaa dua bulan adalah yaaa.. nah beda dengan koas dokter umum,,, kita harus mencari pasien untuk memenuhi requirement kita... beda halnya dengan koas dokter umum yang cukup berdiam diri di bagian untuk menyambut pasien yang datang...
yaaa mungkin ini nilai plus yang bisa kita peroleh.. harus berjuang menemukan pasien-pasien.. harus bergentayangan diantara masyarakat yang masih--masiiih meragukan kemampuan kitaaa...

nah di awal masuk klinik ini kita mulai mencari pasien untuk oral diagnostik saja,,, dalam artian kita hanya memeriksa pasien itu sampai menegakkan diagnostik apa yang terjadi pada gigi dan mulut seseorang... sepelekan  bagi mereka yang telah berpengalaman lebih dari 40 tahun di dunia kedokteran gigi,,, yaaa.. bisa jadi... tapi bagi aku... bagi kami.... ini sangat sangat lebih dari biasa... kenapa???
disini kita mulai bagaimana memeriksa pasien seutuhnya,, bagaimana menegakkan diagnostik,,,, yang hanya baru kita dapatkan ilmunya kurang lebih 3 tahun perkuliahan,,, bagaimana susahnya mencari pasin(lebay... tapi memamng bener susahnya nyari pasien ,, lebih2 dari susahnya nyari uang0 huhuhu... antahlah itu mungkin hanya aku yang merasakannya)

diawal oral diagnostik ini kita harus mencari pasien dengan periode usia yang berbeda,, pasien anak dan pasien dewasa... kali ini saya akan menceritakan pasien anak dulu...
menurut kalian yang hobi atau senang berkomunikasi dengan anak-anak mungkin hal sepele ketika harus mengajak seorang anak untuk diperiksa gigi nya,, tapi apa kalian yakin dengan kepiawaian kalian dalam komunikasi bisa menjamin anak itu mau kita periksa??? mmmmphhh kemungkinannya dua ya atau tidak hahaha
yes,,, ini mungkin pengalaman aku yang paling membekas sampai nanti aku jadi dokter gigi,,,
ini kisah ketikaaa aku mencari pasieeen
hahahaha
bodoh yaaa,, kalau kita hanya memikirkan requirement kita saja tanpa bermanfaat pada pasiennya sendiri.. egois betul calon dokter yang seperti ini,..
huft,,, semoga tidak ada yang seperti ini,,, harus ada keuntungan yang kedua belah pihak dapatkan..


Di Siang hari nah panas membahana hahaha naon sih
aku dan temanku janjian disebuah gang yang biasa kita ketemu kalau mau mencari pasien,,, yups sebut saja gang twuisba hahaha...
siang itu matahari nampaknya tidak sedang bersahabat dengan kita,, kenapa??? karena teriknya sampai membakar tulang belulang kami yang hanya diselimuti beberapa mm kulit.. tapi teriknya matahari tak membutku terdiam uantuk berhenti sejenak berharap lambaian angin membuat kamu terlena... kami terus berjalan menapaki... perlahan kami temuiiii bersosok anak dengan wajah yang cukup membuat matahari redup karena teriknya terkalahkan oleh semangat kami... kami perlahan perlahaaaan mendekati ber-sosok anak-anak itu... muka paling manis pun telah kita keluarkan untuk menarik perhatian anaknya...

satu kataaa .... "adekkkkk"

(laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii)i ... kata itu nampaknya membuat mereka takut,, apa yang salah.. kami coba melihat diri kami... apa yang membuat mereka takut??? kami terus bertanyaaa...

"kami bukan penculik de,, kami koas baru yang lagi nyari pasein buat diperiksa giginya" kata-kata yang sudah jauh2 aku persiapkan

bisikan pun lebih keras " deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, sini tak culik kau.. tak potong-potong tubuhmu buat tak buatin sop.." hahahaha #tambah serem dong anak-anaknya.

nahhh.. kami baru sadar,, kami terlalu cepat dan terlalu bersemangat memanggil adek2 itu , sehingga mereka menganggap kalau kita adalah dua sosok orang yang menyeramkan.. huft. mereka mungkin menyangka kami penculik anak.. penculik yang selalu datang pada cerita yang selalu diceritakan oleh orang tua meraka.. penculik yang akan membawanya kedalam karung dan menjualnya*emang beras hahaha.. tapiii yaaa itulah demikiana adanya
mereka ketakutan karena selalu terngiang dengan cerita orang tuanya yang slalu berpesan untuk lari jika ketemu orang asing yang tidak pernah diliatnya..
alhasil kami yang calon dokter gigi mereka pikir sebagai seorang penculik...
harus banyak  ide dan komunikasi untuk merebut hati anak itu,, harus bisa mendekati anak layaknya mereka didekati sama oran yang dekat dengan mereka...

lucu kadang, ingin tertawa sendiri jika membayangkan kembali kejadian itu,,, huh... inilah pengorbanan.. inilah kisah yang harus aku temukan untuk melengkapi cerita menggapai citaku,,,
tak banyak kataa... hanya harus berdoa.. semoga allah melancarkan semua urusanku dan mempermudahnya,,, kisah ini mungkin akan menjadi kisah kecil pelengkap cerita yang lain.. biarkan ini mnjadi pengalaman yang harus aku ingat untuk aku jadikan pembelajaran dikemudian hari.. mppphhh sekian dulu cerita prakliniknya... lain kali diceritakan lagi hahaha
see u
Wassalam :)
salam semangat dari aku yang sedang belajar bagaimana menjadi dokter gigi yang baik

"Teks cerita" Penyuluhan Pas KKNM Unpad Desa Singawada-RajagaluhKidul-Majalengka #EDISI Kangen KKN

Sabtu, 06 Juli 2013


Di sebuah rumah yang bernama rongga mulut tinggallah sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak Taring, Ibu Geraham, Adik Seri dan peliharaannya yang bernama Kuman. Setiap aktifitas mereka dilakukan secara bersama-sama, mulai dari makan, minum dan membersihkan rumah. Bapak Taring, Ibu Geraham dan Adik Seri hidup rukun dan sehat. Ketika salah satu mengalami kesusahan, mereka akan saling membantu untuk memecahkan masalah
                Keluarga rongga mulut makan bersama-sama tiga kali sehari. Pada pagi hari mereka biasanya minum susu. Sedangkan, di siang hari mereka senang makan nasi beserta sayur. Saat malam tiba, buah-buahan menjadi santapan mereka.
                Keluarga rongga mulut sangat memperhatikan kebersihan, setiap pagi dan malam Bapak Taring, Ibu Geraham dan Adik Seri saling membantu untuk membersihkan rumah. Inilah yang membuat keluarga rongga mulut selalu sehat
                Suatu hari, Ibu Geraham dan Adik Seri pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika Ibu Geraham sedang memilih buah dan sayuran, Adik Seri melihat sebuah toko yang menjual makanan-makanan berwarna-warni. “Menarik sekali, sepertinya enak!” gumam Adik Seri sambil mendekati toko tersebut. Ternyata, makanan menarik berwarna-warni tersebut bernama permen dan coklat. Adik Seri merengek pada Ibu Geraham untuk membeli permen dan coklat. Akhirnya Adik Seri pulang ke rumah membawa plastik yang berisi banyak permen dan coklat.
                Ketika tiba saat makan malam, Bapak Taring dan Ibu Geraham makan buah-buahan. Tetapi adik Seri malah sibuk memakan permen dan coklat yang dibeli di pasar hingga habis. Karena makan terlalu banyak, mereka menjadi mengantuk dan lupa membersihkan rumah. Mereka bertiga tidur dalam keadaan kotor.
                Keesokan harinya, adik seri digigit peliharaannya yang bernama kuman sampai merasakan sakit.
“Ibu….(ekspresi nangis) tubuhku sakit.”, Adik seri merengek
Ibu membalas “Kenapa adik? Sakit kenapa?”
“kuman gigit tubuh aku, Bu, tolong jauhin kumannya, Bu.”
“Adik semalam makan permen sama cokelat sih, jadi kumannya dekat-dekat sama adik ditambah setelah makan permen adik gak sikat gigi. Sekarang adik sikat gigi ya!”
“Ga mau…. Ga mau ibu”
Karena adik seri tidak mau menggosok gigi, kumanpun terus mendekati dan merusak sebagian tubuh adik seri.(Ekspresi kuman menggigit gigi)
Adik seripun menangis (nangis!!!)
“heu….heu… ibu,, tubuh aku sakit”
Ibu geraham dan bapak taring mencoba menenangkan adik seri.
“Sekarang adik tenang dulu, jangan nangis lagi”, Bapak taring pun angkat bicara
“Tapi sakit bapak!!!”
“Ya sudah sekarang adik bersihkan saja tubuh adik, biar kuman tidak mengikuti dan menggigit adik lagi!”
                Sebelum adik sempat menjawab, terdengar suara yang mengetuk pintu diluar.
Tok tok tok……
“Assalamualaikum…..”
Serentak ibu Geraham dan bapak Taring berdiri dan menuju ke pintu.
Sambil membuka pintu, bapak taring menjawab “Waalaikumsalam…”
                Ternyata orang yang ada di depan pintu rumahnya itu adalah sahabat bapak taring yang bernama super odol dan istrinya yang bernama sikat gigi.
Setelah saling menyapa dan saling menanyakan kabar, sang tamu pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah.
“Ring, anak kamu dimana?” tanya sang tamu kepada bapak taring
“Ada di kamar, Dia lagi sakit gigi karena makan permen dan cokelat”
“Oh, pantesan sakit rumahnya saja kotor kaya gini. Sini saya bantuin buat bersihin rumahnya”
Akhirnya mereka berempat ,membereskan rumah.
Setelah semua beres, Bapak taring dan Ibu Geraham kembali membujuk anaknya untuk membersihkan tubuhnya.
“Adikkkkkkkkkk,,,”
“Iya Bapak”
“Masih sakit?”
Tanpa menunggu jawabannya sang bapa langsung menyambung perkataannya, “Sekarang mandi bersihkan tubuhnya”
                Adik seripun keluar dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
                Setelah beberapa hari, adik seripun tetap merasakan sakit karena sebagian tubuhnya sudah rusak. Akhirnya ibu dan bapaknya pun mengajak adik seri ke dokter untuk merawat tubuhnya agar kembali sehat dan bisa digunakan kembali.
“Nah, Adik Seri nanti biasakan untuk segera menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur……
ini adalah beberapa foto kegiatan yang di lakukan, di TK PAUD oleh teman - teman KKNM Desa Singawada :
     

Praktikum Prosto 3 (Gigi Tiruan Lengkap)

           Hallo teman :D , udah lama nih ga buka blog... mau share praktikum semester 6 dong.. hehehe.. kali ini mau share praktikum Prosto 3...yaitu tentang Gigi Tiruan Lengkap.
Praktikum Prosto 3 ini, merupakan praktikumm terakhir preklinik... dalam praktikum prosto 3 ini, kita di tuntut untuk bisa membuat gigi tiruan lengkap..
 Untuk melakukan praktikum gigi tiruan lengkap ini ada beberapa tahap pengerjaan , :
1. Mencetak dan membuat model kerja rahang atas dan rahang bawah
2. Membuat Basis

Model Kerja dan basisnya :D

3. Membuat Landasan
Landasan Rahang Atas dari Shelac

4. Membuat Tanggul Gigitan
Tanggul gigitan yang dibuat dengan menggunakan cetakan yang siap dipasang di landasan yang telah dibuat ditahap sebelumnya 

5. Fiksasi RA/RB
Tanggul gigitan yang telah di tempel di landasan dengan tinggi dan lebar yang telah ditentukan dan siap difiksasi

tinggi tanggul gigitan untuk Gigi anterior RA dan RB 7-10mm dan posterior RA dan RB 5-7mm.
Lebar Anterior RA dan RB 5-7mm sedangkan posterior 7-10 mm.

6. Garis -garis Orientasi
7. Pemasangan Artikulator
Model yg telah difiksasi ditempel di artikulator dengan ketentuan-ketentuan yang telah disesuaikan

8. Menyusun Gigi
Penyusunan Gigi tiruan anterior dilihat dari aspek labial
Penyusunan Gigi tiruan anterior dilihat dari aspek insisal

penyusunan gigi tiruan anterior
Penyusunan gigi Rahang atas (Posterior)

penyusunan gigi tiruan rahang bawah
Penyusunan gigi posterior rahang bawah dan persiapan kontur gusi


9. Kontur Gusi

10. Pemendaman

11. Pembuangan Lilin




12. Pengisian Akrilik

13. Pemasakan

14. Penghalusan dan Pengkilapan
Gigi tiruan yang baru dikeluarkan dari kuvet dan siap di halusakan dan dipoles
Gigi tiruan yang telah di poleh..... treng2,, keren kan :) siap dipasang dimulut nih :) hhehe

nah itu temen2 foto2 model kerja aku :) 
prosto 3 selesai
Dahhh



Persiapan Prabedah

Minggu, 30 Juni 2013


2.1  Persiapan pasien
Secara umum persiapan pasien sebelum pembedahan dapat dilakukan pada ruang perawatan dan ruang operasi. Selain itu sebelum memasuki ruang operasi pasien berada diruangan khusus untuk pemeriksaan ulang dan dimanfaatkan untuk pemeriksaan akhir sebelum masuk ke meja operasi, seperti pemeriksaan tekanan darah, nadi, pernafasan, dan evaluasi dari dokter anestesi. Persiapan pasien ini terdiri dari berbagai macam untuk mendapatkan proses dan hasil pembedahan yang baik serta mengurangi resiko terjadinya komplikasi. Persiapan prabedah pada pasien tersebut antara lain:
2.1.1   Persiapan mental
Persiapan mental merupakan hal yang penting dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Kecemasan merupakan reaksi normal yang dapat dihadapi dengan sikap terbuka dan penerangan yang cukup. Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integeritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis. (Barbara C. Long).
Contoh perubahan fisiologis yang muncul akibat kecemasan atau ketakutan antara lain; sulit tidur dan tekanan darah meningkat (pada pasien hipertensi) dan menstruasi lebih cepat dari biasanya, sehingga operasi terpaksa harus ditunda (pada wanita).
Berbagai alasan yang dapat menyebabkan kecemasan pasien dalam menghadapi pembedahan antara lain : Takut nyeri setelah pembedahan (body image), takut keganasan, takut cemas mengalami kondisi yang sama dengan orang lain, takut ngeri menghadapi ruang operasi, peralatan pembedahan dan petugas, dan takut operasi gagal.
Persiapan mental yang kurang memadai dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pasien dan keluarganya. Sehingga tidak jarang pasien menolak operasi yang sebelumnya telah disetujui. Oleh karena itu persiapan mental pasien menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan didukung oleh keluarga orang terdekat pasien. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan mental pasien. Keluarga dapat mendampingi pasien sebelum operasi, memberikan doa dan dukungan dengan kata-kata yang menenangkan hati dan meneguhkan keputusan pasien untuk menjalani operasi.
Peranan dokter dan dibantu perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dijalani sebelum operasi, memberikan informasi tentang waktu operasi, hal-hal yang akan dialami selama proses operasi, dan menunjukkan tempat kamar operasi. Dengan mengetahui berbagai informasi selama operasi maka diharapkan pasien menjadi lebih siap menghadapi operasi. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas, misalnya: jika pasien harus puasa, perawat akan menjelaskan kapan mulai puasa dan sampai kapan, manfaatnya untuk apa. Diharapkan dengan pemberian informasi yang lengkap, kecemasan pasien akan dapat diturunkan.
Untuk menimbulkan kenyamanan lagi, dokter memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedur yang ada. Dokter juga dapat mengoreksi pengertian yang salah tentang tindakan pembedahan dan hal-hal lain karena pengertian yang salah akan menimbulkan kecemasan pada pasien.
2.1.2   Persiapan Fisik
Selain mempersiapkan mental, waktu dan biaya, pembedahan berencana juga mewajibkan pasien untuk menyiapkan kondisi fisik demi lancarnya operasi yang akan berlangsung. Persiapan fisik ini berhubungan dengan  kelainan atau penyakit yang akan dibedah tersebut, dan juga persiapan fisik berkenaan dengan pembiusan, agar obat-obat bius yang nantinya diberikan tidak menimbulkan efek negatif akibat kemampuan respon tubuh yang tidak normal lagi.
Persiapan fisik ini berkenaan dengan pemeriksaan tanda-tanda vital pasien; denyut nadi, tekanan darah, respirasi, dan suhu tubuh pasien. Dipastikan semua tanda-tanda vital pasien dalam batasan normal. Pemeriksaan fisik lengkap antara lain status hemodinamika, status kardiovaskuler, status pernafasan, fungsi ginjal dan hepatik, fungsi endokrin, fungsi imunologi, dan lain-lain. Tinggi dan berat badan pasien diperiksa untuk memperkirakan dosis obat, terapi, cairan yang diperlukan, serta jumlah urine selama dan sesudah pembedahan. Jantung, paru-paru, abdomen, ekstremitas, punggung, neurologis, dan saluran nafas juga merupakan pemeriksaan fisik yang diperlukan.
Untuk jangka pendek, setidaknya 8 jam sebelum masuk ke dalam kamar operasi, fisik penderita diharapkan sudah fit, tidak sedang pilek, batuk atau yang lainnya, dalam keadaan bersih hingga ke cuci rambut dan siap menanggalkan asesoris seperti perhiasan, gigi palsu, tidak bergincu dan cat kuku mesti dihapus. Ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi operasi dan menunjang sterilitas proses operasi. Selain itu pasien juga harus istirahat yang cukup, karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami stres fisik, tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi, tekanan darahnya dapat stabil.
2.1.3   Riwayat Penyakit
Jawaban pasien mengenai penyakit-penyakit sistemik yang kita ajukan tidaklah menjamin bahwa pasien mengatakan yang sebenarnya. Ia mungkin tidak meyadari bahwa keadaan itu terjadi. Setidaknya kita harus mengetahui riwayat kesehatan pasien yang meliputi kesehatan umum, rasa sakit yang ada, obat-obatan dan pengobatan, alergi, dan tekanan darah. Pertanyaan yang berkenaan dengan perawatan terakhir dan dokter yang merawat merupakan informasi tambahan yang bermanfaat.
Jika ahli laboratorium menemukan sejarah dan pemeriksaan fisik dalam keadaan abnormal, maka operasi harus dibatalkan dan hanya dilakukan medical treatment saja hingga kondisi fisik pasien memungkinkan untuk dilakukan operasi dengan resiko yang seminimal mungkin. Jika seluruh hasil pemeriksaannya ditemukan dalam keadaan normal, segera lakukan tindakan operasi.
Bagi penderita yang memiliki penyakit lain selain kasus bedah akan menjadi perhatian khusus bagi tim bedah sebelum menjalankan tindakan operasinya. Gangguan atau penyakit lain, akan berpengaruh terhadap kelangsungan proses operasi. Penyakit seperti gangguan jantung, penderita diabetes, gangguan fungsi ginjal, fungsi pembekuan darah dan lainnya jika tidak harus menjalani operasi emergensi, sedapat mungkin dipastikan dulu bahwa penyakitnya tersebut dalam keadaan stabil. Keadaaan inilah yang mengakibatkan seorang penderita butuh waktu relatif lama dalam masa preoperatifnya dan juga dapat menyebabkan timbulnya resiko komplikasi pembedahan maupun pasca pembedahan.
2.1.4   Pemeriksaan Penunjang dan Skrining
Diagnosa penyakit diharapkan sejelas mungkin sebelum pembedahan dijalankan, sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan di luar pemeriksaan fisik untuk menuju kepastian itu. Mungkin akan diperlukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium saja atau dibutuhkan lagi pemeriksaan penunjang yang masih taraf sederhana sampai yang sudah canggih.
Sebelum dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada pasien, dokter melakukan berbagai pemeriksaan terkait dengan keluhan penyakit pasien, sehingga dokter bisa menyimpulkan penyakit yang diderita. Untuk itu dokter memerlukan berbagai macam pemerikasaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang biasa digunakan adalah pemeriksaan rutin, yang terdiri dari pemeriksaan darah (hemoglobin, leukosit, jenis leukosit, golongan darah, perdarahan, bledding time, clotting time, trombosit, LED), pemeriksaan urine (protein, reduksi dan sedimen), pemeriksaan radiologi dan diagnostik berupa foto fraktur, abdomen, dan thoraks (untuk bedah mayor) USG, EKG, CT scan (computerized Tomography Scan) , MRI (Magnrtic Resonance Imagine) dan bisa juga dilakukan pemeriksaan pada sumsun tulang jika penyakit terkaut dengan kelainan darah.
2.1.5   Konsultasi Medis
Konsultasi medis meliputi, konsultasi bedah, konsultasi anestesi, konsultasi dengan sejawat anestesi dan spesialis lain, konsultasi untuk mendapat dan memberi informasi tambahan, konsultasi untuk dapat menghilangkan kecemasan dan ketakutan pasien, dan konsultasi untuk mempertimbangkan apakah pasien perlu melakukan pemeriksaan tambahan.
Setelah dokter bedah memutuskan untuk dilakukan operasi maka dokter anstesi berperan untuk menentukan apakan kondisi pasien layak menjalani operasi. Hal ini diperlukan konsultasi antara dokter bedah dan dokter anestesi. Selain itu, dokter bedah juga harus dapat berkonsultasi masalah kesehatan dan kondisi pasien terhadap dokter bedah lain yang terkait dalam pelaksanaan pembedahan. Konsultasi yang saling berkaitan ini bertujuan untuk mempersiapkan pasien untuk tindakan pembedahan agar tidak menimbulkan komplikasi atau kecelakaan saat pembedahan, dan dapat membantu untuk mempermudah dalam pengelolaan pasca operasinya.
2.1.6   Keadaan Gizi
Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan, lipat kulit trisep, lingkar lengan atas, kadar protein darah (albumin dan globulin) dan keseimbangan nitrogen. Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit.
Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi, dehisiensi  (terlepasnya jahitan sehingga luka tidak bisa menyatu), demam dan penyembuhan luka yang lama. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian. Kondisi malnutris dan obesitas atau kegemukan lebih beresiko terhadap pembedahan dibandingkan dengan orang normal dengan gizi baik terutama pada fase penyembuhan.
Pada orang malnutrisi maka orang tersebut mengalami defisiensi nutrisi yang sangat diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Nutrisi-nutrisi tersebut antara lain adalah protein, kalori, air, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin A, Vitamin K, zat besi dan seng (diperlukan untuk sintesis protein). Pada pasien yang mengalami obesitas selama pembedahan jaringan lemak sangat rentan terhadap infeksi. Selain itu, obesitas meningkatkan permasalahan teknik dan mekanik. Pasien obesitas sering sulit dirawat karena tambahan berat badan dapat menyebabkan pernafasan tidak optimal saat berbaring miring, mudah mengalami hipoventilasi, dan komplikasi pulmonari pascaoperatif.
2.1.7   Persediaan Darah
Pada persiapan ruangan juga ada pemeriksaan kelengkapan penunjang operasi, adanya persediaan darah merupakan hal yang vital di dalam ruangan operasi. Persedian darah ini dimaksudkan untuk menjadi cadangan apabila saat pembedahan terjadi komplikasi atau perdarahan sekunder, sehingga dokter dapat menangani pasien dengan efektif dan efisien.
2.1.8   Puasa
Penderita yang akan dipersiapkan operasi dengan pembiusan umum membutuhkan puasa beberapa jam sebelum operasi dijalankan. Lamanya puasa berkisar antara 6 sampai 8 jam sebelum operasi dilakukan. Tujuan dari puasa ini adalah untuk pengosongan lambung dan kolon agar terhindar dari aspirasi (masuknya cairan lambung ke paru-paru) atau reflek muntah di saat penderita tidak sadar, dan untuk menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. Pada pembiusan lokal masalah ini bisa diabaikan.
2.1.9   Kebutuhan Cairan Basal dan Elektrolit
Keseimbangan cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan. Demikaian juga kadar elektrolit serum harus berada dalam rentang normal. Kadar elektrolit yang biasanya dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum (normal : 135 -145 mmoll), kadar kalium serum (normal : 3,5 / 5 mmoll) dan  kadar kreatinin serum (0,70 / 1,50 mgdl). Keseimbangan cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme asam basa dan ekskresi metabolit obat-obatan anastesi. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat dilakukan dengan baik. Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oligurianuria, insufisiensi renal akut, nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal. Kecuali pada kasus-kasus yang mengancam jiwa.
2.1.10    Antibiotik Profilaksis
Yang dimaksud dengan antibiotik profilaksis pada pembedahan ialah antibiotik yang diberikan pada pasien yang menjalani pembedahan sebelum adanya infeksi, tujuannya ialah untuk mencegah terjadinya infeksi akibat tindakan pembedahan yaitu infeksi luka operasi (ILO) atau surgical site infection (SSI). Antibiotik profilaksis biasanya di berikan sebelum pasien di operasi. Antibiotik profilaksis biasanya di berikan 1-2 jam sebelum operasi dimulai dan dilanjutkan pasca beda 2- 3 kali. Antibiotik profilaksis harus aman, bakterisid dan efektif melawan bakteri yang menyebabkan infeksi. Antibiotik yang dapat diberikan bermacam-macam sesuai indikasi pasien, biasanya pada kedokteran gigi digunakan Clindamycin 300mg intravena.
Faktor pasien dapat mempermudah terjadinya ILO adalah pasien obesitas, diabetes, mengalami pembedahan kontaminasi, rawat inap pre-operatif yang panjang, menjalani operasi yang lama (>2 jam), bakteri Staphylococcus aureus, skil yang kurang terampil, dan pertahanan tubuh yang lemah.
2.1.11    Premedikasi
Sebelum operasi dilakukan, pasien akan diberikan obat-obatan premedikasi untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk  istirahat yang cukup. Obat-obatan premedikasi ini juga berfungsi untuk menurunkan sekresi cairan tubuh, mengurangi kecemasan dan ketakutan, mengurangi mual dan muntah, mengurangi keasaman lambung, serta berfungsi untuk memperkuat efek hipnotik pada penggunaan anestesi umum. Obat-obatan premedikasi yang diberikan biasanya adalah Benzodazepine, fenotiazin, analgetik, dan untuk operasi yang cukup berat dapat diberikan valium.
Pemberian obat-obat premedikasi ini dapat menginduksi obat-obat anestesi, memelihara, dan memberikan pemulihan yang baik. Pemberian dosis dan jenis obat premedikasi ini dipertimbangkan dengan usia, berat badan pasien, keadaan fisik dan psikis, serta teknik anestesi dan pembedahan yang akan dilakukan.
Dalam kasus pembedahan apabila selama praevaluasi pasien dianggap tidak layak untuk melakukan operasi bedah, maka operasi harus ditunda sampai waktu kedepan ketika pasien dinilai layak untuk menjalani operasi bedah tersebut, kecuali pada kasus pembedahan yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, demi kelancaran kinerja operasi bedah maka persiapan pasien secara menyeluruh sebelum operasi bedah harus benar-benar dilaksanakan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Pedersen W.G.1996. Alih Bahasa Purwanto,Basoeseno. Buku Ajar Praktis BEDAH MULUT. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Archer W. H. 1975. Oral and Maxillofacial Surgery 5th ed. W.B. Saunders.